Tragis! PMI Indramayu Ditemukan Tewas dengan Luka Parah di Dekat Tempat Sampah Apartemen Majikan

Tragis! PMI Indramayu Ditemukan Tewas dengan Luka Parah di Dekat Tempat Sampah Apartemen Majikan

INDRAMAYU – 24news.id, Isak tangis menyelimuti kediaman keluarga Nur Watirih (41) di Desa Segeran Kidul, Indramayu. Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berangkat mengadu nasib ke Arab Saudi sejak awal 2022 ini, kini dikabarkan telah tiada dalam kondisi yang memilukan.

Dua tahun lamanya keluarga hidup dalam ketidakpastian setelah Nur tiba-tiba hilang kontak di tahun kedua keberangkatannya. Harapan untuk mendengar suaranya kembali pupus saat kabar duka datang pada 15 Februari 2026 lalu. Nur dinyatakan meninggal dunia pada 9 Februari, dengan luka-luka yang mengisyaratkan kekerasan hebat.

Hilang Kontak dan Dugaan Penganiayaan

Adik korban, Makfuroh, menceritakan bahwa komunikasi di tahun pertama sebenarnya berjalan normal. Kakaknya bahkan sempat mengirimkan uang tiga kali untuk keluarga di rumah. Namun, memasuki tahun kedua, Nur seolah “ditelan bumi”.

“Tiba-tiba dapat kabar kakak sudah meninggal. Katanya dianiaya majikan perempuannya,” tutur Makfuroh dengan nada bergetar saat ditemui di rumah duka, Senin (9/3).

Informasi yang diterima keluarga sangat menyayat hati. Jasad Nur ditemukan di area pembuangan sampah dekat apartemen majikannya. Luka-luka di wajah korban, yang diduga akibat senjata tajam, memperkuat kecurigaan bahwa Nur menjadi korban penganiayaan berat sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Keluarga Menuntut Keadilan dan Hukum Qishash

Meski jenazah Nur telah dimakamkan di Arab Saudi pada Jumat (6/3) lalu, keluarga menegaskan tidak akan membiarkan kasus ini menguap begitu saja. Mereka menuntut keadilan hukum yang sepadan bagi pelaku.

Kuasa hukum keluarga, Toni RM, menyatakan bahwa proses hukum saat ini masih bergulir di kepolisian Arab Saudi. Berdasarkan koordinasi dengan KBRI Riyadh, majikan perempuan korban telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif.

“Kami memantau ketat proses investigasi ini. Kondisi jenazah yang ditemukan di dekat tempat sampah sangat mengenaskan. Jika terbukti ada pembunuhan sengaja, keluarga mendorong penerapan hukum qishash agar pelaku mendapat balasan yang setimpal,” tegas Toni.

Saat ini, pihak keluarga tengah melengkapi dokumen ahli waris melalui Pengadilan Agama sebagai syarat formal untuk mengawal proses hukum di Arab Saudi. Bagi keluarga, keikhlasan atas kepergian Nur hanya bisa sempurna jika kebenaran di balik kematiannya terungkap terang benderang.